SEJARAH PERKEMBANGAN PENCAK SILAT

 

Sejarah perkembangan  Pencak Silat

Menurut Fahri Zulfikar ( 2021 : 1 ) mengemukakan sejarah Pencak silat sudah ada di Indonesia sejak zaman dahulu. Banyak ahli sejarah mengungkapkan bahwa pencak silat pertama kali dijumpai di provinsi Riau pada zaman kerajaan Sriwijaya di abad VII. Kala itu, pencak silat masih sederhana, berupa gerakan tangan dan kaki. Seni bela diri ini kemudian menyebar ke wilayah semenanjung Malaka hingga pulau Jawa. Hingga kini, pencak silat masih terus dilestarikan sejak usia dini, baik melalui pendidikan ataupun kompetisi tingkat nasional dan internasional. Sebut saja kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Erwin Setyo Kriswanto ( 2015 : 1 ) mengemukakan bahwa sejarah perkembangan pencak silat di lalui dalam beberapa zaman, yaitu :

1. Sejarah Perkembangan Pencak Silat Pada Zaman Kerajaan

Peradaban yang tinggi telah dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembang menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu beladiri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Pada jaman kerajaan beladiri sudah dikenal untuk keamanan serta untuk memperluas wilayah kerajaan dalam melawan kerajaan yang lainnya. Kerajaan-kerajaan pada waktu itu seperti: Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram, Kediri, Singasari, Sriwijaya, dan Majapahit mempunyai prajurit yang dibekali ilmu beladiri untuk mempertahankan wilayahnya, pada masa ini istilah pencak silat belum ada. 

2. Sejarah Perkembangan Pencak Silat Pada Zaman Penjajahan Belanda

         Pemerintah Belanda tidak memberi kesempatan perkembangan pencak silat atau pembelaan diri nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih beladiri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Kegiatan pencak silat dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan hanya dipertahankan oleh kelompok-kelompok kecil. Kesempatankesempatan yang dijinkan hanya berupa pengembangan kesenian yang masih digunakan di beberapa daerah, berupa pertunjukan atau upacara. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan pencak silat untuk masa sesudahnya.

 3. Perkembangan Pada Pendudukan Jepang

         Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Pencak silat sebagai ilmu nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu

diadakan pemusatan tenaga aliran pencak silat.  Di seluruh Jawa didirikan gerakan pencak silat yang diatur oleh pemerintah secara serentak. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina pencak silat suatu olahraga berdasarkan pencak silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga setiap pagi di sekolahsekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang.

             4. Perkembangan Pada Zaman Kemerdekaan

             a. Periode Perintisan ( 1948 – 1955 )

Periode ini adalah perintisan berdirinya organisasi pencak silat yang bertujuan untuk menampung perguruan-perguruan pencak silat. Pada tanggal 18 Mei 1948 di Solo (menjelang PON ke I), para pendekar berkumpul dan membentuk organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI). Ketua umum pertama IPSSI adalah Mr. Wongsonegoro. Kemudian diubah namanya menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang dimaksud untuk menggalang kembali semangat juang bangsa Indonesia dalam pembangunan. Selain itu IPSI mempunyai tujuan yang dapat memupuk persaudaraan dan kesatuan bangsa Indonesia sehingga tidak mudah dipecah belah. Tahun 1948 sejak berdirinya PORI yaitu wadah indukinduk organisasi olahraga, IPSI sudah menjadi anggota. IPSI juga ikut aktif mendirikan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

             b. Periode Konsolidasi Dan Pemantapan ( 1955 – 1973 )

Setelah terbentuknya organisasi pencak silat, maka IPSI mengonsolidasikan anggota-anggota perguruan pencak silat di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk memantapkan program sehingga pencak silat selain sebagai beladiri juga dapat dipakai olahraga, sehingga  dibuatlah peraturan pertandingan pencak silat.

             Berdasarkan dari uraian diatas, maka dapat di pahami bahwa pencak silat memiliki sejarah dari masa ke masa. Banyak ahli sejarah mengungkapkan bahwa pencak silat pertama kali di jumpai di provinsi riau pada zaman kerajaan sriwijaya di abad VII hingga pada masa kemerdekaan. Tujuan mempelajari sejarah pencak silat ialah agar selalu melindungi warisan dan budaya masyarakat Indonesia supaya tetap ada.


Daftar Pustaka

Fahri Zulfikar, 2021,   https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5597284/pencak-silat-berasal-   dari-mana-ini-pengertian-sejarah-dan-teknik-dasarnya. Diposting tanggal 8 juni 2021, 09.15 WIB

Erwin Setyo Kriswanto, 2015            Pencak Silat PUSTAKABARUPRESS  I– Yogyakarta, 2015 Fitri Diana. 2020. Panduan Pencak Silat Seni Tunggal, Salim Media Indonesia.

 

Komentar